Pages

Tampilkan postingan dengan label kecelakaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kecelakaan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 27 November 2013

7 Kecelakaan Simoncelli Sepanjang 2011

0 komentar

Insiden di Sirkuit Le Mans, Prancis, menyebabkan Pedrosa cedera bahu cukup parah.

 - Tewasnya Marco Simoncelli tentu menyisakan duka mendalam bagi seluruh insan dan pecinta MotoGP. Sederet kenangan, termasuk sejumlah kecelakaan yang dialami pembalap San Carlo Honda Gresini itu menjadi catatan tersendiri.
Sejak promosi ke pentas MotoGP pada musim 2010, Simoncelli memang dikenal sebagai pembalap yang berani mengambil risiko di lintasan sampai terjatuh berkali-kali. Super Sic -julukan Simoncelli- bahkan digadang-gadang bakal menjadi titisan pemegang tujuh gelar juara dunia MotoGP, Valentino Rossi.
Sepanjang musim 2011, Simoncelli tercatat setidaknya mengalami tujuh kecelakaan. Bahkan, beberapa di antaranya menyebabkan dia gagal menyentuh garis finis. Berikut catatan kecelakaan pembalap asal Italia sepanjang 2011:
1. MotoGP Spanyol, 3 April 2011
Pada balapan seri 2 musim ini, Simoncelli gagal finis lantaran terjatuh saat sedang memimpin balapan di trek basah Sirkuit Jerez. Tak hanya Simoncelli, tujuh pembalap lainnya juga tergelincir, termasuk insiden yang melibatkan Valentino Rossi dengan Casey Stoner.
2. MotoGP Portugal, 1 Mei 2011
Simoncelli terjatuh di Sirkuit Estoril saat memasuki tikungan keempat di lap pertama. Kala itu, ia mengakui salah perhitungan dengan kondisi ban yang suhunya dinilai masih terlalu rendah. Simoncelli jatuh karena menambah kecepatan saat motornya cenderung miring ke kiri. Ia pun tidak dapat menuntaskan balapan.
3. MotoGP Prancis, 15 Mei 2011
Insiden di Sirkuit Le Mans kali ini melibatkan pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa. Tercatat saat balapan menyisakan 10 lap, Simoncelli berusaha menyalip Pedrosa demi merebut posisi terdepan. Namun, upaya Super Sic berujung pada kecelakaan, hingga menyebabkan Pedrosa cedera bahu cukup parah.
Kala itu, Pedrosa tampak sangat geram lantaran gagal menyelesaikan balapan. Sementara itu, Simoncelli bisa melanjutkan balapan dan finis di urutan kelima. Saking kesalnya, Pedrosa bahkan enggan menyambut jabatan tangan Simoncelli, saat keduanya kembali bertemu jelang MotoGP Italia.



4.MotoGP Inggris, 12 Juni 2011
Di seri keenam ini, balapan kembali berlangsung di atas trek basah Sirkuit Silverstone. Simoncelli tak mampu menghindari selip ban, padahal kala itu ia tengah meilntas di trek lurus, sesaat sebelum menikung. Untuk kali ketiga di musim 2011, Simoncelli gagal menyelesaikan balapan.
5. MotoGP Belanda, 25 Juni 2011
Jika sebelumnya melibatkan Pedrosa di GP Prancis, kali ini insiden jatuhnya Simoncelli menyeret pembalap Yamaha, Jorge Lorenzo. Insiden di Sirkuit Assen tersebut terjadi di tikungan, saat balapan baru berlangsung satu lap. Meskipun terjatuh, keduanya masih bisa melanjutkan balapan, dimana Lorenzo finis di urutan keenam dan Simoncelli di peringkat sembilan.
6. MotoGP Amerika Serikat, 25 Juli 2011
Lagi-lagi, kecelakaan tunggal dialami Simoncelli di seri ke-10 musim ini. Super Sic gagal melanjutkan balapan setelah jatuh di lap ketujuh saat dia sedang berada di posisi lima. Ini merupakan kali keempat Simoncelli batal menyentuh garis finis.
7. MotoGP Malaysia, 23 Oktober 2011
Setelah deretan insiden di atas, Simoncelli mengalami kecelakaan tragis yang merenggut nyawanya. Saat balapan di Sirkuit Sepang baru memasuki lap kedua, Simoncelli terjatuh di tikungan 11. Benturan hebat dengan dua pembalap di belakangnya, Colin Edwards dan Valentino Rossi, tak mampu dihindari. Sempat terkapar di lintasan, dengan keadaan tanpa helm, nyawa Super Sic tak tertolong.
Simoncelli menghembuskan napas terakhir di usia sangat muda, tepatnya 24 tahun 9 bulan 3 hari. Sepanjang dua musim berkiprah di MotoGP, juara dunia kelas 250cc pada 2008 ini belum sekalipun mencicipi manisnya mengangkat trofi di atas podium tertinggi.
Raihan terbaik Super Sic hanya saat meraih podium di posisi 3 MotoGP Republik Ceko pada 14 Agustus lalu, dan ketika mengamankan posisi runner-up di Sirkuit Phillip Island, Australia pada 16 Oktober 2011. (one)
Continue reading →
Rabu, 06 November 2013

5 Kecelakaan Roller Coaster Paling Mengerikan di Dunia

0 komentar

Roller Coaster merupakan sebuah wahana hiburan yang menjadi faforit banyak orang sehiga tidak heran wahana ini selalu ramai dikunjungi. Lintasan Roller Coaster yang berkelok kelok serta naik turun membuat orang akan histeris ketika menaiki Roller Coaster. Untuk masalah kemanan sebnarnya Roller Coaster sudah cukup aman sebab sudah didukung dengan teknologi yang sangat cangih walaupun sudah cangih kecelakan bisa saja terjadi akibat kesalahan perawatan yang tidak benar atau pun kesalahan teknis lainya sehinga sebaiknya kamu berhati hati ketika menaiki Roller Coaster. Nah berikut ini ada beberapa kecelakan Roller Coaster paling mengerkan yang opernah terjadi ingin tahu apa aja itu simak 5 Kecelakan Roller Coaster Paling Mengerikan berikut ini seperti dikutip dari detik.com.
 
 
1. Minbender (1986)
 
     Roller coaster ini terletak di taman hiburan di West Edmonton Mall, Alberta, Kanada, merupakan roller coaster indoor dengan 3 lintasan putar terbesar di dunia. Kecelakaan ini terjadi setahun setelah wahana ini dibuka, dan menjadi salah satu kecelakaan roller coaster yang terburuk dalam sejarah.
Sebabnya, salah satu baut di dekat roda kereta hilang, menyebabkan kereta lepas dari lintasan, dan melayang luar. Kereta baru berhenti setelah berjalan mundur dan menabrak tembok beton. Penumpang kemudian berjatuhan, 3 orang tewas dan lainnya luka-luka. Wahana ini masih beroperasi hingga kini.


2. Big Dipper (1972)   
     Roller coaster ini terletak di Battersea Par Fun Fair, di mana saat itu Big Dipper menjadi wahana atraksi utama, roller coaster kuno yang terbuat dari kayu. Sayangnya, roller coaster kayu ini bisa rapuh kalau tidak dipelihara. Pada Mei 1972, tali yang menarik kereta ke atas, putus, dan mekanisme anti-rollback gagal, kereta meluncur kembali ke tempat semula.
Sekitar 5 anak-anak tewas dan 13 penumpang lainnya luka parah.










 3. Fujin Raijin II (2007)
     
Bencana ini merupakan bencana roller coaster terburuk dalam sejarah Jepang. Bencana ini terjadi pada 2007, di Expoland, pinggiran Osaka. Roller coaster ini tergelincir keluar rel, seorang pelajar tewas dan 19 lainnya luka-luka.
Kecelakaan ini penyebabnya terungkap as roda kereta ini sudah tidak diganti selama 15 tahun. Parahnya lagi, pengelola taman hiburan tetap membuka kembali wahana ini setelah kecelakaan dan penyidik keselamatan menemukan kereta lain dengan as yang hampir patah dibiarkan beroperasi. Expoland kemudian ditutup segera setelah pengelola taman hiburan itu menyalahkan bahwa ‘pengunjungnya berkurang.
 
 
 
 
 
 
 
 
4. Big Dipper (1930)

Berbeda dengan Big Dipper sebelumnya, roller coaster yang ini terletak di Krug Park, Omaha, Nebraska. Namun roller coaster ini sama-sama terbuat dari kayu. Saat itu Big Dipper adalah wahana baru di taman hiburan itu.
Saat kereta bergerak, baut yang ada di kereta kendur dan kemudian membuat kereta itu tergelincir, dan membuat 4 kereta penuh penumpang jatuh berdebam ke tanah. 4 Orang tewas seketika.
Omaha kemudian menetapkan bahwa roller coaster itu ilegal dan Krug Park ditutup segera setelah kecelakaan itu.
 
 
 
 
 
 
 
 5. Puff the Little Fire Dragon (1989)
 
Roller coaster ini merupakan roller coaster kecil, yang bisa ditumpangi anak-anak karena cukup pelan dan aman di Lagoon Amusement Park, Utah. Namun nyatanya, roller coaster ini membuat anak berumur 6 tahun, Ryan Beckstead tewas.
Ceritanya bocah Ryan melalui batas pengaman di stasiun tempat wahana itu berangkat. Kemudian, dia terjatuh. Saat bangkit kembali, kereta yang telah melalui lintasan itu menabraknya dan membuat bocah Ryan itu tewas.
 
Continue reading →