Pages

Tampilkan postingan dengan label 44. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 44. Tampilkan semua postingan
Senin, 16 Desember 2013

Laman Web Kerajaan Israel Digodam 44 Juta Kali

0 komentar

Israel – Kekejaman zionis kepada penduduk Gaza telah menyebabkan kemarahan umat Islam di seluruh dunia. Pelbagai usaha dilakukan untuk menghancurkan rejim berkenaan.
Salah satu daripadanya adalah melalui serangan siber ke atas laman web kerajaan Israel.
Sejak Israel mula membedil Gaza pada Rabu lalu, sebanyak 44 juta cubaan menggodam laman web kerajaannya telah dilakukan, dengan satu godaman berjaya menembusi laman web tersebut selama 10 minit.
Dalam sehari pula beratus-ratus cubaan dilakukan untuk menggodam jabatan kerajaannya dengan sasaran utama adalah Jabatan Pertahanan serta pejabat Perdana Menteri, Presiden dan Menteri Luar Israel.
Penggodaman itu dilakukan di seluruh dunia, tanda dunia membenci tindakan ganas dan tidak berperi kemanusiaan rejim zionis yang tidak berhati perut itu.
Bukan itu sahaja, terdapat juga cubaan godaman itu dikesan dari dalam Israel sendiri.
Bimbang dan takut jika godaman berkenaan berjaya, Israel kini telah meningkatkan pemantauannya dengan menyekat semua serangan siber berkenaan.
Malah, pihak berkuasanya terpaksa mengarahkan kementeriannya supaya melaksanakan operasi
kecemasan bagi menyekat serangan yang datang bertali arus itu.
Dalam pada itu, 11 orang daripada satu keluarga menjadi korban terbaru dalam serangan udara Israel ke Gaza, semalam.
Serangan itu dilakukan selepas beberapa jam kepimpinan Israel mengumumkan bahawa ia telah bersedia untuk meluaskan operasi ketenteraannya.
Dalam kejadian itu, roket zionis telah membedil rumah dua tingkat yang didiami keluarga Daloo, menyebabkan 11 orang termasuk empat kanak-kanak dan lima wanita terbunuh.
Antara yang maut itu adalah seorang nenek berusia 80 tahun.
Dengan menjadikan alasan serangan dilakukan bagi memburu pejuang Hamas, Israel sebaliknya menggunakan alasan itu untuk menghapuskan penduduk Palestin.
Hakikatnya, mangsa maut adalah orang awam terutama kanak-kanak yang tidak berdosa.
Sumber

Continue reading →
Jumat, 01 November 2013

Ternyata 44 Wanita Terbukti Menyesali Pilihan Hatinya

0 komentar
Percaya atau tidak Ternyata 44% wanita terbukti menyesali pilihan hatinya...

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang profesor bernama Neil Roese, Northwestern University, Chicago, ditemukan bahwa 44% wanita menyatakan menyesali hubungan asmaranya.
Neil melakukan survey kepada 370 penduduk di seluruh Amerika, dengan range asia 20 - 80 per telepon. Di sana, ia menanyakan beberapa hal dan membicarakannya dari hati ke hati. Tiba saat pertanyaan "Hal apa yang paling disesali saat ini?", 44% responden wanita mengakui bahwa mereka menyesali keputusan yang diambil dalam hubungan asmara. Ada yang menyesal telah meninggalkan mantan kekasihnya, ada yang menyesal tak berani mengungkapkan cinta di usia remaja, dan ada pula yang menyesal telah memilih pasangan yang saat ini telah bercerai dengannya.

Hal ini jauh berbeda saat Neil bertanya pada responden pria. Hanya 19% pria yang mengaku menyesali kehidupan asmaranya saat ini, selebihnya menghubungkan penyesalan dengan hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan atau prestasi, seperti dikutip dari ThirdAge.

Selebihnya, para responden juga menyatakan penyesalan atas masalah yang terjadi di keluarganya, entah kekurangan dalam hal ekonomi, kekerasan, atau cita-cita yang belum kesampaian.

Dari hasil penelitian, Neil menyimpulkan bahwa "Penyesalan adalah sesuatu yang dapat mendorong orang melakukan sesuatu di masa depan." Orang cenderung punya semangat untuk memperbaiki hal-hal yang disesalinya dengan tindakan perbaikan. Contohnya tokoh Claire, dalam film LETTERS TO JULIET , ia mencari kembali cinta pertamanya yang hilang di masa remaja dulu, Lorenzo Bartollinis. Sekalipun harus berkeliling Italia, dan mencari Lorenzo dari satu pelosok ke pelosok lain, Claire tak berhenti berusaha sampai cinta pertamanya ini dapat ditemukan.

Sayangnya, tak semua dapat bersikap positif. Ada pula mereka yang hanya menyesali dan terus menyesal sampai akhir hayat tanpa melakukan apapun. "Sangatlah penting untuk mengambil pelajaran dari pengalaman di masa lalu kemudian memperbaikinya. Namun, akan menimbulkan masalah yang besar jika yang tersisa hanyalah penyesalan tanpa tindakan positif," tutup Neil.

Hasil penelitian ini akan terus dikembangkan dalam Social Psychological and Personality Science.
Continue reading →